Rumus Untuk Menentukan Sampling
Assalamualaikum
Di blog saya kali ini akan membahas tentang "Rumus Untuk Menentukan Sampling" pembahasan ini untuk menyelesaikan tugas dari matakuliah "Probabilitas dan statistik" dosen Bapak Ibnu Sani Wijaya S.Kom, M.S.I.
Saya yang berNama : Angga firmansyah
Nim : 8020180264
Kelas : 01PT4
Baiklah kita mulai saja pembahasannya
Sumber Referensi :
Di blog saya kali ini akan membahas tentang "Rumus Untuk Menentukan Sampling" pembahasan ini untuk menyelesaikan tugas dari matakuliah "Probabilitas dan statistik" dosen Bapak Ibnu Sani Wijaya S.Kom, M.S.I.
Saya yang berNama : Angga firmansyah
Nim : 8020180264
Kelas : 01PT4
Baiklah kita mulai saja pembahasannya
Beberapa rumus untuk menentukan jumlah sampel antara lain :
1. Rumus Slovin (dalam Riduwan, 2005:65)
n = N/N(d)2 + 1
n = sampel; N = populasi; d = nilai presisi 95% atau sig. =
0,05.
Misalnya, jumlah populasi adalah 125, dan tingkat kesalahan
yang dikehendaki adalah 5%, maka jumlah sampel yang digunakan adalah :
N = 125 / 125 (0,05)2 + 1 = 95,23,
dibulatkan 95
2. Formula Jacob Cohen (dalam Suharsimi Arikunto, 2010:179)
N = L / F^2 + u + 1
Keterangan :
N = Ukuran sampel
F^2 = Effect Size
u = Banyaknya ubahan yang terkait dalam penelitian
L = Fungsi Power dari u, diperoleh dari tabel
Keterangan :
N = Ukuran sampel
F^2 = Effect Size
u = Banyaknya ubahan yang terkait dalam penelitian
L = Fungsi Power dari u, diperoleh dari tabel
Power (p) = 0.95 dan Effect size (f^2) = 0.1
Harga L tabel dengan t.s 1% power 0.95 dan u = 5 adalah 19.76
maka dengan formula tsb diperoleh ukuran sampel
N = 19.76 / 0.1 + 5 + 1 = 203,6, dibulatkan 203
Harga L tabel dengan t.s 1% power 0.95 dan u = 5 adalah 19.76
maka dengan formula tsb diperoleh ukuran sampel
N = 19.76 / 0.1 + 5 + 1 = 203,6, dibulatkan 203
3. Rumus berdasarkan Proporsi atau Tabel Isaac dan Michael
Tabel penentuan jumlah sampel dari Isaac dan Michael
memberikan kemudahan penentuan jumlah sampel berdasarkan tingkat kesalahan 1%,
5% dan 10%. Dengan tabel ini, peneliti dapat secara langsung menentukan besaran
sampel berdasarkan jumlah populasi dan tingkat kesalahan yang dikehendaki.
4.Roscoe (1975)
Yang dikutip Uma Sekaran
(2006) memberikan acuan umum untuk menentukan ukuran sampel :
1. Ukuran sampel lebih dari 30 dan kurang
dari 500 adalah tepat untuk kebanyakan penelitian
2. Jika sampel dipecah ke dalam subsampel
(pria/wanita, junior/senior, dan sebagainya), ukuran sampel minimum 30 untuk
tiap kategori adalah tepat
3. Dalam penelitian mutivariate (termasuk analisis
regresi berganda), ukuran sampel sebaiknya 10x lebih besar dari jumlah variabel
dalam penelitian
4. Untuk penelitian eksperimental sederhana dengan
kontrol eskperimen yang ketat, penelitian yang sukses adalah mungkin dengan
ukuran sampel kecil antara 10 sampai dengan 20
Besaran atau ukuran
sampel ini sampel sangat tergantung dari besaran tingkat ketelitian atau
kesalahan yang diinginkan peneliti. Namun, dalam hal tingkat kesalahan, pada
penelitian sosial maksimal tingkat kesalahannya adalah 5% (0,05). Makin besar
tingkat kesalahan maka makin kecil jumlah sampel. Namun yang perlu diperhatikan
adalah semakin besar jumlah sampel (semakin mendekati populasi) maka semakin
kecil peluang kesalahan generalisasi dan sebaliknya, semakin kecil jumlah
sampel (menjauhi jumlah populasi) maka semakin besar peluang kesalahan
generalisasi.
Sumber Referensi :
Comments
Post a Comment